Senin, 22 Juli 2013





PENGERTIAN KEM 

 




KEM merupakan kepanjangan dari kecepatan efektif membaca, yakni perpaduan dari kemampuan motorik (gerak mata) atau kemampuan visual dengan kognitif seseorang dalam membaca (Harjasujana & Mulyati, 1987). Dengan kata lain, KEM merupakan perpaduan dari rata-rata kecepatan membaca dengan ketepatan memahami isi bacaan. Mengapa kedua hal itu menjadi landasan bagi pengukuran KEM?




Dalam proses membaca terdapat dua komponen utama yang bekerja secara dominan, yakni (a) kerja mata untuk melihat lambang-lambang grafis, dan (b) kerja otak untuk memahami dan memaknai lambang-lambang grafis tadi menjadi sebuah informasi yang utuh dan lengkap. Kemampuan fisik berupa kemampuan mata melihat lambang, selanjutnya disebut kemampuan visual, sedangkan kemampuan psikis yang melibatkan kemampuan berpikir dan bernalar, selanjutnya disebut kemampuan kognisi.




Berdasarkan penjelasan itu kita dapat memahami definisi kem diatas. Kem merupakan cerminan dari kemampuan membaca yang sesungguhnya , yang melibatkan pengukiuran dua komponen membaca itu disebut kecepatan efektif membaca.




Beberapa pakar pendidikan dan pengajaran membaca manyamakan istilah kem dengan speed reading (membaca cepat), yakni rata-rata tempo bacca untuk sejumlah kata tertentu dalam waktu baca tertentu. Jika yang dimaksud kecepatan membaca adalah rata-rata kecepatan membaca, bagaimana dengan pemahaman esensi isi bacaaannya? Disamping itu, bukankah jika kita berbicara tentang kecepatan membaca akan berimplikasi terhadap tujuan membaca, tingkat keterbacaan bahan bacaan, motivasi, teknik-teknik membaca, proses berpikir dan menalar, dan lain-lain. Oleh karena itu, istilah kecepatan membaca kita tambahkan dengan istilah efektif sehingga menjadi kecepatan efektif membaca atau lebih populer disebut KEM.





Cara Mengukur KEM




Untuk menentukan KEM seseorang diperlukan data mengenai rata-rata kecepatan baca dan persentase pemahaman isi bacaan. Dataa mengenai rata-rata kecepatan baca dapat diketahui apabila jumlah kata yang dibaca dan waktu tempuh bacanya diketahui. Cara menghitung rata-rata kecepatan baca adalah dengan cara membagi jumlah kata yang dibaca dengan waktu tempuh baca Sebagai. Contoh, jika seseorang dapat membaca sebanyak 2500 perkataan dalam waktu 5 menit, artinya kecepatan rata-rata baca pembaca tersebut adalah 500 kpm (2500:5=500).




Untuk menentukan persentase pemahaman seseorang terhadap isi bahan bacaan yang dibacanya ialah dengan cara membagi sekor bobot tes pemahaman isi  bacaan yang dapat dijawabnya dengan benar dengan bobot/sekor ideal kemudian diperkalikan dengan 100 persen. Misalnya, jika seseorang dapat menjawab dengan benar tes pemahaman isi bacaan sebanyak 32 dari sekor ideal 50, maka persentase pemahaman isi bacaan pembaca yang bersangkutan adalah 64% (32/50 X 100%=64%)




maka contoh-contoh penghitungan di atas dapat ditentukan KEM-nya. Dari hasil penghitungan rata-rata kecepatan baca diperoleh data 500 kpm; dari hasil penghitungan persentase pemahaman isi bacaan diperoleh data 64%. Maka penghitungan KEM-nya adalah 320 kpm (500X64%). Angka terakhir ini (320 kpm) merupakan kecepatan efektif membaca yang sudah menyertakan pengukuran dua unsur penyokong kegiatan baca, yakni kemampuan gerak mata dalam melihat lambang-lambang cetak dan kemampuan memahami isi bacaan. Sementara angka 500 kpm itu merupakan kemampuan kecepatan rata-rata baca yang belum menyertakan unsur pemahaman isi bacaan.




berdasarkan ilustrasi di atas, sekarang kita dapat membuat beberapa alternatif rumus KEM yang dapat dipergunakan untuk menghitung dan menentukan KEM seseorang. Alternatif rumus-rumus tersebut antara lain:




(1)               JK             B




_____ X ____ = ……. kpm




Wm          SI




 




(2)        JK             B




______ X _____ = ……. kpm




Wd :60      SI




 




(3)        JK           B




_____ X _____ (60) = ……. kpm




Wd          S





Keterangan




Ø  J K : jumlah kata yang dibaca




Ø   Wm : waktu tempuh baca dalam satuan menit




Ø   Wd : waktu tempuh baca dalam satuan detik




Ø   SI : sekor ideal atau sekor maksimal




Ø   kpm : kata per menit





Berbekal rumus penghitungan KEM di atas, terdapat sejumlah persiapan yang harus dipersiapkan untuk mengukur KEM, yakni: (1) teks/wacana; (2) alat ukur waktu: jam tangan, stopwatch; (3) perangkat tes; dan (4) personal (petugas).





Ø  Menurut Ahmad Slamet Harjusujana dan tampubolon:




KEM=             K            S




            _____ X _____ X 60 = . . . . . . KPM




            W           SI





Keterangan:




K= Jumlah kata terdapat dalam bacaan




            W= Jumlah waktu dalam hitungan detik




            S= Sekor jawaban benar




            Si= Sekor jawaban ideal        




 




 




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar